Jumat, 29 Mei 2020

Penjahit Memulai Usaha dengan Ketekunan Hingga Membuatnya Sukses

Bapak Sidik
Bapak Sidik


Penjahit pakaian memang sangat digandrungi oleh beberapa orang, dengan hasil karya ini bisa menjadikan sebuah pakaian yang bisa dipakai untuk diri sendiri bahkan orang lain. Ketelatenan yang dimiliki oleh Bapak Sidik berumur 48 tahun ini memang tak asing lagi. Dulunya hanya sebagai penjahit rumahan yang dia lakukan dari pesanan orang sekitar tempat tinggalnya. Cibinong daerah Jawa Barat inilah dia tinggal bersama keluarganya. Seorang penjahit yang hanya penjahit biasa mampu membangun usahanya sendiri dari 0. Tentu ini keringat dari hasil jerih payah dirinya sendiri yang memulai pekerjaan sekitar 30 tahunan lebih. Menjadi seorang penjahit bagi Bapak Sidik ini sangat menjanjikan untuk keberlangsungan bagi hidup keluarganya. Dari sinilah dia bisa menafkahi keluarganya bahkan istrinya yang ikut turun tangan membantu pekerjaan jahitan dalam usahanya sendiri. Berawal usaha ini Asuransi Syariah Indonesia bisa membantu untuk Bapak ini agar apa yang dilakukannya #DiawaliDenganKebaikan.


Membangun Usaha Jahitan Pakaian
Usaha yang digeluti oleh bapak ini sudah lama, jadi tahu tentang naik turunnya peminat pada dirinya untuk menjahi pakaian. Apa yang dia lakukan tentu sudah terniat guna mencari nafkah bagi keluarga. Membangunnya pun dalam sebuah usaha tentu harus mempertahankannya juga, bukan hanya lancar saja kadang ada juga menemui kendala. Kadang-kadang dulunya pernah bapak ini menjahit sebuah pesanan seseorang dijahit dengan adanya kesepakatan waktu selesai agar bisa diambil tepat waktu dan dipakai orang tersebut. Namun, pada saat tanggal yang ditentukan ternyata sudah selesai malah tidak diambil oleh orang pemesan tersebut. Hal ini kadang membuat bapak ini sangat bingung bagaimana harus mencari dan menghubungi orang tersebut. Dari sekian lama sudah ditunggu agar orang yang memesan pesanan jahitannya diambil dengan rentang waktu biasanya 3-6 bulan. 

Apabila tidak diambil maka dengan menyiasatinya dengan sangat terpaksa dirinya harus memajang pakaian yang punya orang tidak diambil dalam kurun waktu yang sudah dia tunggu. Memang harus gimana lagi pesanan jahitan orang yang setiap minggunya menjahitkan punya orang lain membuat hasil jahitannya banyak tertumpuk oleh beberapa jahitan pesanan orang. Ini untuk mengurangi beban kerugian yang dirinya keluarkan dalam usaha sebagai penjahit.

Melelang pakaian yang sudah jadi tersebut pun kadang juga harus dilakukan. Untuk menambah modal dalam bahan serta perawatan mesin dan juga untuk menambah mesin jahit. Dulunya bapak ini sekolah di Cilacap yang bekerja sebagai penjahit dari butik ke butik orang lain. Dari sanalah dirinya belajar dengan berbagai macam pesanan dan jahitan yang sangat diminati banyak orang masa kini. Dulunya usaha yang ditekuninya pun tidak berjalan lancar.

Pernah merasakan juga bagaimana rasanya banting tulang untuk menafkahi keluarga. Namun, hingga saat ini sekarang sudah menikmati hasil jerih payah dulu sampai sekarang. Dengan niat mau belajar dari desain pakaian dengan memotong pola-pola pakaian yang akan dijahit untuk disatukan menjadi sebuah pakaian yang bagus. Cara menjahitnya pun dengan penuh ketekunan, kesabaran, dan ketelatenan ini perlu dilakukan. Hasil yang bagus akan dinikmati setelahnya apabila dikerjakan dengna penuh teliti. Dari hasil jerih payah semuanya baru membangun butik kecil-kecilan agar bisa membantu orang disekitar yang mau bekerja padanya. 

Memikirkan orang sekitar dalam usahanya sangat dirinya idamkan sejak lama. Membantu perekonomian disekitar guna mengharapkan usahanya bisa kian maju. Bekerja dengan teliti dan atas kemauan yang keras sangat membantu dalam usaha jahitan butik ini. Produk Asuransi Syariah sangat perlu diberikan atas kerja yang dilakukan oleh Bapak ini dengan menekuninya sejak dari dulu yang mau belajar hingga terus menerus.

0 komentar:

Posting Komentar