Kamis, 14 Mei 2020

Pak Guru Untung Tetap Mengajar Meski Tanpa Tangan

Pak Guru Untung
Pak Guru Untung

Bagi sebagian orang keterbatasan fisik mungkin menjadi sebuah aib. Namun tak sedikit pula orang dengan keterbatasan fisik tetap memiliki etos kerja yang tinggi. Hal inilah yang dirasakan pak Untung. Semangat dan tekunnya masih tetap mengajar dengan keterbatasan fisik tidak menjadikan dirinya halangan guna menyebarkan pengetahuan yang ia miliki bagi siswanya sendiri. Dalam hal ini tak hanya bisa mengalahkan orang yang memiliki fisik normal. Pak guru Untung inilah yang sangat membuat siswanya bercegak kagum karna akan semangatnya masih begejolak untuk terus berkarya dalam dunia pendidikan meski apa yang ia rasakan tak seperti orang yang seharusnya. Dengan alasan ini lah kenapa Pak guru Untung begitu layak untuk mendapatkan Asuransi Syariah Indonesia.

Keterbatasan Fisik Tak Membuat Pak Untung Patah Semangat
Pak Untung ini merupakan salah satu seorang guru yang memiliki keterbatasan fisik. Meski demikian tak membuat dirinya merasa minder, justru hal ini tak membuat pak Untung menjadi patah semangat dan menjadi orang yang lemah. Namun sebaliknya, ia selalu optimis dan tetap bekerja seperti orang normal yang tanpa kekurangan fisik, dengan giat layaknya orang normal biasanya. Profesinya yang sebagai guru honorer tetap ia jalani dengan ikhlas dan sepenuh hati. Untuk tercapainya pendidikan bagi setiap siswanya dalam menuntut ilmu.
Kerja kerasnya ini sebagai guru bisa ia buktikan dengan kemampuan kakinya yang dapat menggantikan tangannya. Kelebihan ini tentu membuat dirinya sangat optimis apa yang ia ajarkan kepada setiap siswa menjadi semangat belajar bagi siswa. Bahkan jemarinya juga sangat lihai menari-nari untuk mengoperasikan laptop. Dengan keterbatasan fisik siapa tahu ia begitu lihai dalam mengerjakan atau mengoperasikan tugas serta setiap laporan yang dikerjakan oleh Pak guru Untung. Dirinya pun juga tak sungkan-sungkan menggunakan laptop untuk mendukung pekerjaannya sebagai seorang guru. Sebab bukan penghalang dirinya dalam keterbatasan fisik untuk tetap bekerja apalagi dengan menggunakan laptop yang dimana sekarang ini seorang guru diharuskan bisa menggunakan laporan untuk melaporkan setiap kegiatan ajaran yang ia lakukan ke dinas Pendidikan setempat.

Gaji Minim Tak Membuat Pak Untung Berhenti Mengabdi
Mengingat profesinya yang hanya menjadi guru honorer, gaji yang ia dapatkan juga tak begitu besar. Bahkan tak lebih dari 500 ribu yang bisa ia dapatkan setiap bulannya. Nominal ini tentunya tak bisa mencukupi keluarganya. Bahkan selepas mengajar di sekolah Pak Untung juga menjadi guru ngaji di Mushalla dekat rumahnya. Dengan ketauladan inilah sangat digemari oleh warga sekitar tanpa rasa patah semangat untuk menjalani kesehariannya.
Bagi Pak Untung gaji yang ia dapatkan tak menjadi masalah. Sebab Pak Untung sudah mengikhlaskan dirinya untuk dunia pendidikan. Bahkan pengabdiannya untuk sekolah beliau jadikan sebagai ladang amal yang nantinya akan beliau ambil kembali kelak di akhirat. 

Pelajaran Berharga Dari Pak Untung
Ada banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah hidup Pak Untung. Mulai dari perjuangan yang tak kenal lelah, mengabdikan diri dengan ikhlas dan sepenuh hati terhadap pendidikan, hingga keterbatasan fisik tak membuat Pak Untung menjadi pantang menyerah dan lemah. 

Pak Untung mengajarkan kita untuk terus berjuang dan pantang menyerah. Tak heran jika Pak Untung layak mendapatkan Produk Asuransi Syariah dari Allianz berkat kegigihan dan kerja kerasnya apalagi #AwaliDenganKebaikan untuk saling membantu antar sesama bahkan antar guru dan siswa. Terlebih lagi asuransi ini memang ditujukan khusus untuk kebaikan. 

0 komentar:

Posting Komentar