Rabu, 12 Februari 2020

Hidup di Jakarta Lebih Baik “Ngontrak atau Ngekos ?”

Hidup di ibukota memang tidak mudah seperti hidup di pinggiran negara. Tak perlu bertarung berkeringat dan berdarah tanpa lelah. Namun ada beberapa hal yang membuat ibu kota terasa berbeda, rumah tinggal di sana merupakan sesuatu yang susah didapat orang yang mencari indekos hingga kontrakan Jakarta Selatan, sebab membeli tanah serasa angan-angan saja.

Kontrakan Jakarta Selatan

Terseret Hingga Pinggiran Jakarta
Saking susahnya mencari tempat tinggal di sana, orang yang memilih menarik diri dari pusat kota Jakarta dan ke pinggiran untuk tinggal. Faktor seperti biaya hidup dan juga biaya sewa menjadi pertimbangan yang penting dalam pemilihan tempat. Terlepas dari itu pinggiran Jakarta juga tidak bisa dibilang kurang maju ataupun tertinggal.
Ini Jakarta sudah berkembang bahkan hingga ke pelosok pinggirannya. Perkembangan kota yang begitu pesat melebihi kemampuan manusia dalam beradaptasi telah terjadi di Jakarta. Hingga saat ini mencari kontrakan dengan harga yang masih affordable sangat menyusahkan apalagi jika kita tinggal di Jakarta Selatan. 
Tak bisa dipungkiri kini Jakarta Selatan sudah menjadi bagian tersendiri dari Jakarta yang berkembang terus menerus. Posisinya yang dekat dengan kampus dan juga terkenal dengan perkembangan kotanya yang pesat membuat bakso ini jadi sesuatu yang cukup istimewa di telinga orang Jakarta.
Terpaksa banyak orang terseret sampai pinggiran hanya untuk tinggal dan berteduh dari hujan ganasnya gelombang metropolitan. Kalau mau menanyakan sedikit kemampuan masyarakat Jakarta dalam mengontrak ataupun indekos bisa kita bilang sekitar 2 sampai 4 juta perbulan, merupakan angka maksimal yang masih relevan dengan realitas gaji di Jakarta.

Apartemen Hingga Rumah Jadi Kontrakan
Terus melambungnya harga tanah berimbas pada sistem ekonomi yang berjalan di kota tersebut. Dahulu seseorang memiliki apartemen lebih dari satu biasanya diberikan kepada saudaranya, bangun berkat perkembangan ekonomi yang terus menggila mereka memutar otak dan mengubahnya menjadi kontrakan yang bisa menghasilkan lebih banyak cuan.
Memang bila kita melihat bagaimana banyak orang terus mencoba mencari keuntungan di sela-sela penderitaan yang lainnya, itu semua tidak bisa kita hindarkan karena sistem ekonomi yang memaksa kita untuk terus berjalan dan bertahan. Jika ada yang bertanya lebih baik kita indekos atau menyewa kontrakan ? Mungkin jawaban singkatnya lebih baik kita mengontrak saja.
Ada beberapa hal yang membuat hukuman ini terus menguat. kalau mau melihat dari sisi ekonomi jika kita mengontrak kita bisa memasak dan split bill dengan teman-teman satu kontrakan kita, namun jika kita memilih indekos biasanya kehidupan di Jakarta akan lebih individualistis. Itu semua yang membuat kondisi di Jakarta semakin terkotak.
Bagaimana individualisme mereka terus berkembang dan mengubah pola pandang masyarakatnya menjadi “asal kita aman saja”. Ketika Anda mengontrak, mau tidak mau Anda harus memilih untuk tinggal bersama orang lain tidak mungkin Anda akan tinggal dalam satu rumah sendirian saja. Pilihan untuk tinggal bersama istri maupun kolega kerja adalah pilihan yang tepat.
Hal ini menyebabkan kehidupan sosial kita makin terbangun dan relasi antara manusia ke manusia terus meningkat. Memang banyak pendapat dan sudut pAndang mengenai ngekos atau ngontrak. Pastinya kenyamanan adalah hal yang paling utama dan pertama harus Anda tempatkan dalam pemilihan tipe tempat tinggal sementara.

Memilih Sesuai Kebutuhan dan Kemampuan
Kita pasti sadar bagaimana seseorang itu mampu merefleksikan kemampuannya sendiri dan mengimplementasikan kemampuannya dengan kebutuhannya. Jika kita tergolong orang yang tidak mampu dalam melakukan kedua hubungan ini maka kita perlu belajar banyak. Ketika seseorang tak mampu memenuhi kebutuhannya maka dia tidak mungkin sadar seberapa kemampuannya.
Jika Anda memilih untuk mencari tempat tinggal sementara, pastikan itu merupakan jawaban dari kebutuhan Anda dan tidak melampaui kemampuan Anda. Mulai dari biaya dan jarak tempuh dari rumah menuju kantor adalah pertimbangan yang wajib Anda pikirkan sebelumnya.Mungkin memang terdengar sepele namun hal ini lah yang akan menentukan betah tidaknya Anda di sana.
Kita tidak perlu sebuah kontrakan yang terlalu mewah ataupun dengan fasilitas yang mubazir. Justru kita perlu hidup sederhana mungkin yang kita bisa dan juga hal itu akan membantu kita untuk saving lebih maksimal. Jangan sampai egoismu yang kita miliki justru malah membunuh kita sendiri tanpa kita bisa melawan. 
Tentu saja kita perlu memikirkan harga yang tepat untuk kontrakan yang ingin kita tinggali. Harga ini sedikit banyak akan mempengaruhi bagaimana kita memilih dan juga bertingkah laku dalam kehidupan ekonomi kita. Walaupun tak secara langsung berefek instan, cara kita memilih sebuah tempat tinggal adalah gambaran besar bagaimana keuangan kita 1 tahun kedepan.

Lihat Kanan dan Kiri
Mau tidak mau kita perlu belajar banyak dari lingkungan kita, bagaimana kita juga harus mengenali mereka berbahaya atau tidak ? kita perlu pastikan lingkungan yang kita pilih di tempat tinggal kita merupakan lingkungan yang aman. Jangan sampai kita memilih lingkungan yang punya track record buruk ataupun tingkat kriminalitas yang tinggi. 
Momen-momen insecure tidak hanya datang dari dalam diri kita saja. Biasanya hal tersebut dipacu karena lingkungan yang mendorongnya untuk bereaksi. Oleh karenanya kita harus bisa melihat mana yang benar-benar kita butuhkan dan mana yang harusnya kita hindari. Terlepas dari itu kebanyakan lingkungan di Jakarta memang sudah sehat dan tidak perlu khawatir akan itu semua.
Mencari kontrakan memang sedikit tricky apalagi untuk sewa hunian di Jaksel. Bagian dari Jakarta yang sudah terkenal berkembang ini tentu bisa jadi pilihan untuk tinggal. namun terkadang mencari kontrakan ataupun indekos di sana tidaklah semudah membalikkan telapak kucing. Kita perlu berusaha dan teliti bahkan kadang kita perlu bersabar untuk mendapatkannya.

0 komentar:

Posting Komentar